Penguatan Mindset Pengurus, Tata Kelola, dan Transparansi Finansial Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) : Studi Kegiatan Community Development di Kecamatan Tapos, Kota Depok

Authors

  • Ridho Ferdian STIE Manajemen Bisnis Indonesia
  • Silva Sayyidah Hasanah STIE Manajemen Bisnis Indonesia
  • Putri Nabila Airiyanti STIE Manajemen Bisnis Indonesia
  • Mayyada Sabrina STIE Manajemen Bisnis Indonesia
  • Meriyana Adinda Putri STIE Manajemen Bisnis Indonesia
  • Utamia Nurhaliza STIE Manajemen Bisnis Indonesia
  • Irene Ferro Cyanida STIE Manajemen Bisnis Indonesia
  • Ahmad Syarif Hidayat STIE Manajemen Bisnis Indonesia
  • Andi Primafira Bumandava Eka STIE Manajemen Bisnis Indonesia

Abstract

Percepatan pembentukan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di seluruh Indonesia,
sebagaimana diamanatkan Instruksi Presiden No. 9 Tahun 2025, ternyata tidak serta-merta
diikuti kesiapan pengurus di lapangan. KKMP se-Kecamatan Tapos, Kota Depok, misalnya,
masih menghadapi kendala pada cara pandang pengurus dalam menjalankan organisasi, tata
kelola yang belum tertib sesuai regulasi KKMP, dan pencatatan keuangan yang belum
mengacu pada kebijakan akuntansi koperasi yang berlaku. Menjawab kondisi tersebut,
mahasiswa Program Studi Akuntansi STIE MBI menyelenggarakan kegiatan Community
Development bertema “KMP Berdaya: Penguatan Mindset Pengurus, Tata Kelola Sehat, dan
Transparansi Finansial” dalam bentuk seminar bagi pengurus KKMP se-Kecamatan Tapos.
Kegiatan memuat tiga materi berurutan yang disampaikan oleh narasumber ahli, yaitu mindset
perkoperasian, tata kelola koperasi sesuai kaidah dan regulasi KKMP, serta akuntansi
koperasi berbasis Peraturan Menteri Koperasi UKM No. 2 Tahun 2024, dengan pre-test dan
post-test sebagai alat ukur pemahaman peserta. Diskusi selama kegiatan mengungkap
sejumlah persoalan lapangan, antara lain pengurus yang belum aktif, program kerja yang
belum berjalan optimal, serta belum tersedianya aplikasi pencatatan administrasi koperasi.
Sebagai tindak lanjut, peserta menyepakati kejelasan pembagian tugas ketua, sekretaris, dan
bendahara, serta penggunaan aplikasi SAKTI atau Microsoft Excel sebagai alat bantu
pencatatan sementara. Kegiatan berjalan sesuai rencana meski masih menyisakan catatan
pada pengaturan waktu diskusi dan perlunya pendampingan lanjutan pascakegiatan.

Downloads

Published

2026-06-25